Senin, 25 Oktober 2010

Instalasi ARCGIS 9.2 By Esri

Cuman ingin berbagi pengalaman nginstal arcgis 9.2 di komputer rumah yang sebelumnya menuai beberapa kegagalan dan sempet f******* bagaimana nginstal arcgis ini, akhirnya bisa juga setelah banyak membaca dan mencoba referensi nginstalnya lewat internet. Urutan langkah ngistalnya antara lain...
  1. Install license manager arcgisnya. Pas nginstal, arcgisnya minta lokasi file license nya, browse di folder crack terus ambil arcgis_tbe.lic
  2. Sebelumnya buka arcgis_tbe.lic di notepad dan ganti nama hostnya dengan nama komputer kita. Nama komputer bisa dilihat dengan klik start> klik kanan> properties>klik tab Computer Name.
  3. Setelah itu klik next sampai komputer minta direstart, sebelum direstart copy-kan dulu ArcGis.exe dan arcgis_tbe.lic yang ada di folder crack ke C:\Program Files\ESRI\License\arcgis9x. Komputer akan menanyakan mereplace, timpa saja.
  4. Selesai mengcopykan ArcGis.exe dan arcgis_tbe.lic baru setuju untuk di restart komputernya / Yes, I want to restart my computer now.
  5. Selesai restart,sekarang install License Manager Tools yang ada di Start–>ArcGis–>License Manager Tools.
  6. Sebelumnya, copy dulu file arcgis_tbe.lic ke C:\flexlm
  7. Stelah LM Tools tampil, klik di Configuration Using Services
  8. Klik tabular Configure Services, di direktori “path to lmgrd exe file” isinya harus C:\Program Files\ESRI\License\arcgis9x\lmgrd. Jika bukan, tinggal browse saja
  9. Direktori “path to the license file” isinya harus C:\flexlm\ arcgis_tbe.lic, ato C:\Program Files\ESRI\License\arcgis9x\arcgis_tbe.lic. yang kedua ini lebih recommended. Kalo belom, ya di browse dulu juga.
  10. Save Service
  11. Sekarang ganti tab jadi “Start/Stop/Reread”, klik tombol “Start Server”, tutup LMToolsnya.
  12. Cek server diagnostics, perform diagnostics, sampe ada tulisan “license can be checked“. jika belum ada berarti belum berhasil.
  13. Install ArcGis Desktop
  14. Pergi ke Desktop Administrator, ganti license managernya jadi “localhost”

Selamat Mencoba :)

Jumat, 22 Oktober 2010

Penggunaan Icon Pada Seebuah Aplikasi Web

Meski sering dipandang sesuatu yang remeh bagi sebagin besar desainer, penggunaan icon juga terlihat signifikan, terutama saat sebuah desain aplikasi menggunakan fasilitas toolbor. Begitu juga dalam sebuah desain web yang seringkali menggunakan icon untuk mempresentasikan sebuah objek atau simbol dari sebuah hal yang harus lakukan oleh pengguna.

Dalam konteks Manusia dan Komputer, icon di kategorikan dalam beberapa jenis, antara lain:
  1. Resemblance :
    Mengandung gambar yang mengandung arti tertentu
  2. Symbolic :
    Mengandung gambar abstrak yang mampu menunjukan suatu arti
  3. Exemplar :
    Memiliki gambar yang menggambarkan contoh karakter tertentu atau contoh dari suatu benda
  4. Arbitary :
    Memiliki gambar yang artinya sedikit jauh dari apa yang dimaksudkan, tetapi dengan pelatihan tertentu, pengguna akan mampu memahami arti dari icon tersebut
  5. Analogy :
    Memiliki gambar yang secara fisik menggambarkan perbuatan dari sesuatu yang disimbolkan

Dalam konteks interaksi manusia dan komputer, icon di kategorikan ke dalam beberapa jenis, antara lain:
  1. Syntactic
    Struktur fisik dari sebuah icon. Sekumpulan icon yang sama dari segi bentuk akan lebih bisa berkomunikasi dengan pengguna
  2. Semantic
    Arti dari sebuah simbol yang terdapat dalam sebuah icon. Misalnya adalah, icon dari recycle bin di sistem operasi Windows, memiliki simbol tempat sampah yang berarti simbol tempat sampah yang berarti tempat pembuangan, dan di analogikan sebagai tempat pembuangan file yang telah dihapus
  3. Pragmatik
    Hasil dari representasi sebuah icon terhadap sebuah aplikasi. Hal ini bisa dilihat dari perbandingan antara besar icon dengan besarnya layar yang dipakai dalam sebuah aplikasi
Sering kali seorang desainer tidak lagi membuat icon sendiri, tetapi lebih memilih untuk menggunakan icon set yang telah banak tersedia, baik dari aplikasi yang sudah jadi ataupun dari contoh-contoh yang terseda di dunia maya. Meski demikian, pemilihan sebuah icon yang akan di letakkan dalam sebuah aplikasi, terutama icon set atau kumpulan icon sejenis yang memiliki berbagai macam gambar, harus mempertibangkan beberapa hal antara lain :
  1. Standarisasi
    Lebih baik menggunakan icon yang memiliki simbol standar, misal icon untuk simbol undo, begitu juga untuk simbol umumnya seperti fasilitas edit (cut copy paste)
  2. Menggunakan Simbol Benda
    Sebisa mungkin icon menggunakan simbol yang berupa benda, sebab simbol benda lebih bermakna dibandngkan dengan simbol yang berupa pekerjaan, misal; Simbol gunting untuk icon cut lebih bermakna dibandingkan simbol menggunting kertas
  3. Simbol Tradisional
    Gunakan simbol yang telah banyak di pahami oleh pengguna, meski banyak icon modern yang telah mengganti simbol di dalamnya dengan simbol yang tidak lazim, tetapi simbo tradisional jauh lebih mudah di pahami bagi para pengguna
  4. Simbol yang memperhitungkan perbedaan budaya serta sesuai normma yang ada.
    Gunakan simbol yang tidak bersinggungan dengan budaya tertentu, ataupun yang menyalahi norma-norma agam
  5. Bentuk Yang Kongkrit dan Familiar
    Pilih bentuk benda yang kongkrit sebagai lambang icon, sebagai contoh untuk simbol gunting di icon cut adalah guntikng ketas biasa, bukan gunting untuk pemotong tanaman
  6. Secara Konsep dan Visual Berbeda Dengan Icon yang Lain
    Meski memiliki simbol yang mirip, usahakan agar simbol memiliki konsep visual yang berbeda, misal: icon untuk print priview dan icon untuk zoom memiliki simbol kaca pembesar, tetapi keduanya berbeda dan oengguna secara umum telah mengerti perbedaan keduanya
  7. Memiliki Tema Dari Aplikasi Dengan Tema Tertentu
    Hal ini umumnya ditemui di beberapa aplikasi dengan tema tertentu, atau seringkali disebut dengan themes dari suati aplikasi
  8. Tipe Yang Konsisten
    Konsistensi penggunaan icon, terutama dalam beberapa aplikasi yang serumpun, misal seluruh icon untuuk penyimpanan dokumen di rumpun aplikasi Microsoft Office memiliki simbol disket

Sekian dulu penjelasan penggunaan icon dalam aplikasi web atau-pun menggunakan icon dalam sebuah aplikasi perangkat lunak.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Penggunaan Teks Dan Warna Latar Belakang


Saat perkuliahan animasi dulu di UNAS PASIM (maap promosi sedikit :D) sempet dikritik oleh dosen tentang pemakaian teks dan warna belakang sebuah web T_T gimana ga gendok gitu saya di tertawain sama teman-teman, tapi ga apa-apalah perkuliahan sudah berlalu dan saya dapat ilmunya yang sangat berguna dalam pemanfaatan warna dan teks (waduh terlalu panjang lebar nih :hoooam). oke deh langsung aja.


Untuk padu padan teks serta warna latar belakang, perlu di perhatikan beberapa hal, diantaranya adalah:


  1. Gunakan warna sekontras mungkin antara teks dan latar belakang.
  2. Gunakan warna terang untuk membedakan antara informasi yang penting.
  3. Untuk latar belakang gunakan dengan level saturation rendah, dan usahakan untuk menggunakan warna yang dikategorikan sebagai warna cool (dengan spectrum rendah)

  4. Hindari hal-hal berikut dalam pemilihan warna
    1. Bergantung pada warna tertentu secara eksklusif
    2. Terlalu banyak warna
    3. Terlalu banyak unsur saturation
    4. Warna yang terlalu terang bagi pengguna yang berumur lebih tua
    5. Warna yang terlalu pudar, sehingga dilayar monitor nampak tidak jelas
    6. Penggunaan warna biru absolut untuk teks serta objek berukuran kecil. Karena biru terkesan sempit.
    7. Variasi warna di ruang yang sempit, misal di dalam sebuah textbox terdapat variasi lebih dari dua warna.
    8. Untuk keperluan grafik atau foto, hindari warna yang berkesan hitam - putih
    9. Warna yang tidak kontras antara teks dan latar belakang
    10. Penggunaan warna yang tidak pada tempatnya, misalnya untuk pesan error harusnya diberi warna nuansa merah, bukan warna hijau
    11. Variasi warna dalam sebuah teks yang berukuran panjang



Jadi gimana dong sebaiknya? Mari kita ikuti panduannya

  • Buat desain dalam metode monokrom (hitam putih). Hal ini dilakukan agar pengelompokan elemen dapat terlihat jelas sebelum proses pewarnaan.
  • Gunakan warna dengan efisien/penggunaan warna yang tepat sasaran
  • Untuk warna yang berfungsi sebagai pembeda antar kelompok gunakan paduan warna yang kontras

  • Gunakan paduan warna yang harmonis


Pemakaian Warna Dalam Interaksi Manusia Dan Komputer


Dalam sebuah interaksi antara manusia dengan komputer penggunaan variasi warna dapat berfungsi sebagai :




  1. Pengelompokan

  2. Asosiasi Informasi

  3. Highlight atau membedakan antara sebuah informasi penting dengan informasi biasa

  4. Komponen Layar

  5. Status informasi



Dalam pemilihan warna pun dalam sebuah desain terdapat beberapa masalah yang umum dijumpai, misalnya :



  1. Warna

    Warna absolut yang sangat terang dapat digunakan sebagai pembeda, namun apabila warna jenis tersebut terlalu banyak digunakan, maka pengguna akan merasa "pusing". Efek tersebut tentu saja sesaat bagus untuk dipandang tetapi akan menyakitkan mata apabila di pandang terlalu lama.

  2. Sensitivitas mata terhadap Warna

    Secara umum, warna dalam jangkauan spectrum sedang akan lebih mudah dikenali. Sedangkan jika sebuah warna dalam jangkauan spectrum warna tinggi akan sangat mudah menarik perhatian. Sebuah teroi dari Lawrence Rowe menyatakan bahwa sensitifitas penglihatan manusia untuk warna melalui sebuah bagian di retina yang disebut sebagai cones, dari bagian hanya terlihat tiga warna domain yaitu RGB. Selain itu semakin tua usia seseorang, maka sensitifitas terhadap warna juga semakin berkurang sehingga perlu di pertimbangkan tentang penggunaan warna yang terang bagi segmen pengguna yang berusia lebih tua

  3. Buta Warna

    Sebuah studi independen menyatakan bahwa rata-rata populasi orang yang buta warna mencapai 9% hingga 15% dari keseluruhan manusia, dan dari sekian banyak yang menderita buta warna, 8% diantaranya adalah laki-laki. Selain buta warna total, terdapat buta warna sebagian, yaitu buta warna merah (rotanopia), buta warna hijau (deuteranopia), dan buta warna biru (tritanopia). Beberapa orang juga seringkali disebut sebagai buta warna, meski sebenarnya meraka hanya kesulitan untuk membedakan serta menyebutkan jenis warna yang mereka lihat

  4. Perbedaan Budaya

    Dengan beragamnya budaya, serta beda persepsi disetiap tempat dan lingkup organisasi tentang warna, maka pemilihan warna dalam sebuah desain haruslah sangat diperhatikan. Misal warna merah di Amerika di anggap sebagai perlambangan kematian, dan di bidang perfilman dianggap sebagai tanda bahaya dan di India dianggap sebagai lambang film dewasa.



Dari berbagai masalah yang telah disebutkan di atas, maka dalam pemilihan warna sebaiknya mengikuti panduan sebagi berikut:




  1. Sebelum pemberian warna dilakukan, buat desain terlebih dahulu dalam mode monokrom (hitam putih). Hal ini dilakukan agar pengelompokan elemen dapat terlihat jelas sebelum proses pewarnaan.

  2. Gunakan warna dengan efisien, efisien tidak berarti menggunakan warna seminimal mungkin tetapi lebih mengarah pada penggunaan warna yang tepat sasaran.

  3. Untuk warna yang berfungsi sebagai pembeda antar kelompok, gunakan paduan warna yang kontras. Hal ini mengingat masalah buta warna seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

  4. Gunakan paduan warna yang harmonis, dengan kata lain, paduan warna yang baik bisa didapat dari sebuah color scheme atau skema warna yang memadukan warna tanpa rasa kontras yang "menyakitkan". Telah banyak utilitas yang mampu memadukan warna secara harmonis.

Senin, 11 Oktober 2010

MAKSUD BCC DAN CC DI DALAM EMAIL

Berkirim pesan/surat melalui email sering dijumpai pada hari-hari ini. Tidak peduli apakah seorang karyawan biasa ataupun bos dari suatu perusahaan, menguasai email sangatlah disarankan. Kegunaan daripada email antara lain:


  1. Mengirimkan email kepada satu orang penerima

  2. Mengirimkan email untuk beberapa penerima sekaligus

  3. Mengirimkan email kepada seseorang/beberapa orang penerima sekaligus dan juga mengirimkannya sebagai terusan/tembusan untuk penerima lain





Ketika kita menulis email baru, kita akan dihadapkan pada kolom To, Bcc, Cc, serta kotak tempat kita menuliskan pesan yang akan dikirimkan. Dan yang sering kali diabaikan adalah kolom Bcc dan kolom Cc, apa maksud dari Bcc dan Cc?



Kolom To: Disini kita mengetikkan alamat tujuan pengiriman email. Kita dapat mengirimkan sebuah alamat email saja, atau sekaligus beberapa alamat. Setiap alamat email bisa dipisahkan dengan tanda koma “,”. Misalnya: penerimasatu@domain.com, penerimadua@domain.com dst. Dalam konteks tersebut, penerima satu dan dua akan tahu kepada siapa saja email tersebut dikirimkan.




Kolom Cc: Ini merupakan kependekan dari “Carbon Copy“. Ini mirip dengan istilah pertama diatas. Bedanya terlihat kepada kesan kepada siapa email utama ditujukan, dan kepada siapa salinan email juga akan dibaca. Penerima yang dituliskan dalam kolom To: akan dapat melihat alamat email penerima lainnya, dan begitu juga sebaliknya. Penggunaan seperti ini biasanya digunakan ketika kita ingin memberitahukan pihak lain ketika kita mengirimkan email kepada penerima utama. Contoh: Saya ingin berkirim email kepada Pak Deny, dan Saya ingin pula Pak Budi menerima salinan email tersebut. Pak Deni tahu bahwa email Saya juga dikirimkan ke Pak Budi (sebagai salinan), dan begitu juga sebaliknya dengan Pak Budi.




Kolom Bcc: Kependekan dari “blind carbon copy“. Sedikit berbeda dengan Cc: seperti dijelaskan diatas. Disini, semua penerima yang dituliskan dibagian Bcc: tidak tahu kepada siapa saja email tersebut dikirimkan. Seolah-olah, email tersebut dikirimkan satu per satu ke setiap penerima. Padahal, kita hanya mengirimkan satu kali, langsung kebeberapa penerima. Satu-satunya alamat email lain yang terlihat adalah alamat email pada kolom To:. Untuk menghindari supaya tidak ada alamat email lain yang terlihat (selain alamat email sendiri).
Kita bisa memasukkan alamat email kita sendiri pada kolom To:, kemudian masukkan alamat email penerima lain dalam kolom Bcc:.

KEAMANAN SISTEM INFORMASI (KSI)

A. PENGERTIAN


Keamanan sistem informasi, bila kita uraikan pengertiannya satu persatu adalah keamanan yaitu keadaan bebas dari bahaya, baik itu dari segaka bentuk bahaya seperti kejahatan, segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Sedangkan sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan (Edgar F Huse dan James L. Bowdict). Dan informasi adalah hasil analisis dan sistetis terhadap data. Jadi masalah keamanan sistem informasi akan mengacu kepada kemungkinan adanya resiko yang muncul atas sistem tersebut. Sehingga keamanan sistem akan mengacu terhadap 2 masalah utama, yaitu :
a. Threats (Ancaman) atas sistem dan
b. Vulnerability (Kelemahan) atas sistem.


Masalah tersebut pada gilirannya berdampak kepada 7 hal yang utama dalam sistem informasi yaitu :



1. Efektifitas.
2. Efisiensi.
3. Kerahaasiaan.
4. Integritas.
5. Keberadaan (availability).
6. Kepatuhan (compliance).
7. Keandalan (reliability).

Untuk menjamin hal tersebut maka keamanan sistem informasi baru dapat terkriteriakan dengan baik. Adapun kriteria yag perlu di perhatikan dalam masalah keamanan sistem informasi membutuhkan 10 domain keamanan yang perlu di perhatikan yaitu :




1. Akses kontrol sistem yang digunakan.
2. Telekomunikasi dan jaringan yang dipakai.
3. Manajemen praktis yang di pakai.
4. Pengembangan sistem aplikasi yang digunakan.
5. Cryptographs yang diterapkan.
6. Arsitektur dari sistem informasi yang diterapkan.
7. Pengoperasian yang ada.
8. Busineess Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan (DRP).
9. Kebutuhan Hukum, bentuk investigasi dan kode etik yang diterapkan.
10.Tata letak fisik dari sistem yang ada.

Dari domain tersebutlah isu keamanan sistem informasi dapat kita klasifikasikan berdasarkan ancaman dan kelemahan sistem yang dimiliki.



B. ANCAMAN (THREATS)


Ancaman adalah aksi yang terjadi baik dari dalam sistem maupun dari luar sistem yang dapat mengganggu keseimbangan sistem informasi. Ancaman yang mungkin timbul dari kegiatan pengolahan informasi berasal dari 3 hal utama, yaitu :



1. Ancaman Alam
2. Ancaman Manusia
3. Ancaman Lingkungan


b.1 Ancaman Alam


Yang termasuk dalam kategori ancaman alam terdiri atas :




  1. Ancaman air, seperti : Banjir, Stunami, Intrusi air laut, kelembaban tinggi, badai, pencairan salju .

  2. Ancaman Tanah, seperti : Longsor, Gempa bumi, gunung meletus.

  3. Ancaman Alam lain, seperti : Kebakaran hutan, Petir, tornado, angin rebut.



b.2 Ancaman Manusia

Yang dapat dikategorikan sebagai ancaman manusia, diantaranya adalah :




  1. Malicious code.

  2. Virus, Logic bombs, Trojan horse, Worm, active contents, Countermeasures.

  3. Social engineering.

  4. Hacking, cracking, akses ke sistem oleh orang yang tidak berhak, DDOS, backdoor.

  5. Kriminal.

  6. Pencurian, penipuan, penyuapan, pengkopian tanpa ijin, perusakan.

  7. Teroris.

  8. Peledakan, Surat kaleng, perang informasi, perusakan.



b.3 Ancaman Lingkungan


Yang dapat dikategorikan sebagai ancaman lingkungan seperti :



  1. Penurunan tegangan listrik atau kenaikan tegangan listrik secara tiba-tiba dan dalam jangka waktu yang cukup lama.

  2. Polusi.

  3. Efek bahan kimia seperti semprotan obat pembunuh serangga, semprotan anti api, dll.

  4. Kebocoran seperti A/C, atap bocor saat hujan.



Besar kecilnya suatu ancaman dari sumber ancaman yang teridentifikasi atau belum teridentifikasi dengan jelas tersebut, perlu di klasifikasikan secara matriks ancaman sehingga kemungkinan yang timbul dari ancaman tersebut dapat di minimalisir dengan pasti. Setiap ancaman tersebut memiliki probabilitas serangan yang beragam baik dapat terprediksi maupun tidak dapat terprediksikan seperti terjadinya gempa bumi yang mengakibatkan sistem informasi mengalami mall function.




C. KELEMAHAN (Vurnerability)


Adalah cacat atau kelemahan dari suatu sistem yang mungkin timbul pada saat mendesain, menetapkan prosedur, mengimplementasikan maupun kelemahan atas sistem kontrol yang ada sehingga memicu tindakan pelanggaran oleh pelaku yang mencoba menyusup terhadap sistem tersebut. Cacat sistem bisa terjadi pada prosedur, peralatan, maupun perangkat lunak yang dimiliki, contoh yang mungkin terjadi seperti : Seting firewall yang membuka telnet sehingga dapat diakses dari luar, atau Seting VPN yang tidak di ikuti oleh penerapan kerberos atau NAT.



Suatu pendekatan keamanan sistem informasi minimal menggunakan 3 pendekatan, yaitu :


  1. Pendekatan preventif yang bersifat mencegah dari kemungkinan terjadikan ancaman dan kelemahan

  2. Pendekatan detective yang bersifat mendeteksi dari adanya penyusupan dan proses yang mengubah sistem dari keadaan normal menjadi keadaan abnormal.

  3. Pendekatan Corrective yang bersifat mengkoreksi keadaan sistem yang sudah tidak seimbang untuk dikembalikan dalam keadaan normal


Tindakan tersebutlah menjadikan bahwa keamanan sistem informasi tidak dilihat hanya dari kaca mata timbulnya serangan dari virus, mallware, spy ware dan masalah lain, akan tetapi dilihat dari berbagai segi sesuai dengan domain keamanan sistem itu sendiri.